Lelaki

Lelaki Bukan Mutiara

Rumah lelaki bukanlah hati yang tak terbagi, bagi lelaki kehidupan bermakna sejuta suka tanpa berharap duka. Bila duka menerpa ia terus mencari suka meski hampa. Bila suka tiba ia akan tertawa tanpa mengenang suka yang lalu menikam. Ia hanya terus berfikir demi wujudkan angan, karena angan adalah awal kebahagiaannya.
Darah lelaki mendidih saat menatap keindahan, darah lelaki kecut saat tertimpa ketakutan, darah menjadi bias saat tak bisa ungkapkan perasaan. Dua matanya belum mengartikan seluruh jiwa, kata-kata belum memaknai batin di balik sukma.
Lelaki bukan mutiara, tapi batu yang kokoh, lelaki bukan bayangan, tapi cahayanya, memahami lelaki berarti sanggup menetesi air di nadi batu, sanggup menjadi bayangan yang terus menapak jejak meski redup tanpa bentuk.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.